Diposkan pada cinta, move on, perasaan, puisi, puisi cinta, Uncategorized

Aku Pikir Aku

Aku pikir kamu beda

Aku pikir aku lah satu – satunya

Aku pikir akulah yang teristimewa

Seperti aku yang selalu mengistimewakanmu

Memberimu begitu banyak perhatian

Yang ingin selalu menjadi orang pertama yang menghiburmu dikala perasaan hatimu sedang gundah

Yang selalu ceria melempar senyum dan sapa untuk mengindahkan harimu

Ku kira hanya denganku kamu bisa tertawa lepas

Ku kira hanya bersama ku kamu bisa menceritakan keluh kesah hidupmu

Aku kira hanya aku yang dapat menghapus penatmu

Aku kira hanya bersamaku kamu bisa membunuh rasa bosan

Dan ternyata

Aku salah

Aku yang terlalu percaya diri

Perlahan aku mundur

Perlahan aku relakan hatiku ditikam rasa cemburu

Tak apa

Aku menikmati itu

Aku ingin tau adakah rasa kehilangan ketika aku perlahan pergi?

Adakah hari mu merasa kesepian?

Tanpa aku bisakah kamu melepas semua amarah dan lelah?

Nyatanya

Semua pertanyaan ku terjawab sudah

Iklan
Diposkan pada cinta, kehidupan, mantan, move on, perasaan, puisi, puisi cinta, rindu

Rindu Dini Hari

Tentang rindu tanpa temu

Dan berujung pada jagad khayalku

Adakah salah di masa lalu?

Tentang cerita kita yang telah berlalu

Pada resah yang menghampiri malamku,

membuatku terjaga hingga larut

Bersama suara-suara dalam pikiranku

yang membuatku muak dan ingin berteriak

Adakah mereka menghampiri dini harimu?

Atau mereka betah bersamaku hingga subuh?

Kau tau? Mataku berat, ingin tidur

Tapi tak bisa

Suara – suara dan keresahan itu memenuhi kamarku

Juga pikiranku

Terlebih hatiku

Diposkan pada cinta, perasaan, puisi, Uncategorized

Cinta Datang Terlambat

Sumber gambar : google

Ada hati yang sepi

Ketika kau tak lagi berlari menghampiri

Kau yang dulu selalu penuh energi

Menyampaikan bait-bait isi hati

Walau aku tidak pernah sekalipun perduli

Kini aku sadar

Arti dari sebuah kata terlambat

Disaat aku mulai mencari-cari

Di mana kamu wahai sang peramai hari

Di mana kamu wahai sang pengucap selamat pagi

Aku sadar kamu sudah berbalik arah

Sudah tak punya niat untuk terus mengarah ke hati yang selalu membuatmu lelah

Kau melangkah pergi

Dan kemudian wajahmu berseri-seri

Akhirnya kau temukan seseorang yang selalu menghargai

Dan aku…

Bersama perasaan patah hati

Menyalahkan mu

Padahal nyatanya semua ini salahku

Salahku yang selalu mengabaikan mu

Cinta datang terlambat

Dan hatiku terluka hebat

Diposkan pada cinta, perasaan, puisi, puisi cinta, Uncategorized

Tentang Cemburu

Ada hari di mana mentari tidak menampakan diri seutuhnya
Dia ada
Tapi sinarnya tak sehangat biasanya
Tertutup
Mendung
Kata orang hujan akan turun
Meraung
Apakah sang mentari sedang merasa perih?
Lantas menumpahkan tetesan air ke bumi
Hari ini matahari membeku dingin
Ternyata ia sedang cemburu
Pada bulan yang selalu memberi sapa
Saat pergantian pagi dan malam
Hari ini sapa itu terbagi
Dan mentari mulai iri

Diposkan pada cinta, mantan, move on, puisi, rindu, Uncategorized

Tentang Hati

Aku masih terjebak dengan rasa ini

Rasa yang semakin menjadi di kala sepi

Beserta rindu yang menumpuk tak mau pergi

Aku masih

Masih hingga hari ini

Cari tau kabar mu dengan hati-hati

Kau tak tau kan?

Dengan luka yang ku nikmati sendiri

Bersama penyesalan yang selalu menghantui

Pikiranku selalu pergi kesana lagi

Hari di mana kita memilih hidup sendiri-sendiri

Aku memburumu dengan seribu keraguan

Dengan segala kekhawatiran yang aku ciptakan karena takut kamu hilang

Aku membohongi hati

Aku bilang kita tak lagi serasi

Aku bilang cukup sampai di sini

Aku salah

Nyatanya aku masih ingin lagi

Diposkan pada cinta, puisi, rindu, Uncategorized

Hilang

“Jangan pernah bilang ke aku ada yang menyakitimu, nanti besoknya orang itu akan hilang”

-Dilan 1990

Sumber gambar: http://images1.fanpop.com/images/image_uploads/Sunset33-sunsets-and-sunrises-916689_1024_768.jpg

Nyatanya kamu yang hilang

Bagai angin meniup ilalang

Sesaat melesat

Pikirku tersesat

Menahan rindu yang berat

Ada yang menyakitiku!

Kamu pelakunya, pantas kamu hilang

Atau memang senang tak pulang

Biarlah sedih ini berdendang

Temani aku hingga petang

Diposkan pada kehidupan, puisi, Uncategorized

Rumahku Gubuk

Sumber gambar: http://acehnews.co/abu-bakar-umar-dan-sebuah-gubuk-kecil.html#

Aku iri dengan rumahmu yang tinggi

Tangganya dengan keramik warna-warni

Temboknya yang berwarna putih bersih, dan pagarnya yang kokoh berdiri

Besar…

Sebesar hatimu kah?

Bersih…

Sebersih jiwamu kah?

Rumahku gubuk

Tapi selalu ada orang untuk saling memeluk, di saat perasaan hati berkecamuk

Di saat pedihnya kehidupan seakan mengutuk

Rumahku gubuk

Tapi kesepian tidak pernah mau ikut

Selalu ada sang pemberi senyum saat wajah sedang mengerut

Di gubuk ini…

Aku belajar untuk selalu berbesar hati

Untuk selalu miliki jiwa yang bersih

Wahai sang pemilik rumah tinggi

Aku…

Tidak jadi iri

Diposkan pada cinta, kehidupan, move on, puisi, Uncategorized

Selepas Kau Pergi

Sumber gambar: https://www.inovasee.com/wp-content/uploads/2016/07/SMA-758×438.jpg

Dan kisah kita telah berganti

Tidak ada lagi tawa dua sejoli

Perpisahan itu terjadi…

Di sebuah gedung tempat kita menjalani hari-hari dengan seragam abu-abu dan putih

Tempat kita belajar mendewasakan diri

Kita pernah berjanji untuk tidak pergi

Untuk melanjutkan tentang kita ini ke jenjang yang lebih tinggi

Kita pernah sama-sama membasahi pipi di hari pelepasan siswa dan siswi

Seperti terulang kembali semua hal yang pernah kita lewati tentang masa ini, masa yang akan kita rindukan 

Saling merangkul

Saling berpelukan

Saling menatap penuh yakin perpisahan ini tak akan merubah banyak hal tentang kita

Dan kamu meninggalkan kota ini

Kamu pergi memulai sebuah babak baru disana

Di kota lain

Aku tetap disini

Hari berganti

Dan sikapmu kepadaku juga ikut terganti

Perpisahan yang sesungguhnya pun terjadi

Perpisahan kita

Aku tebak ada sebuah hati pengganti di sana

Aku iri mengapa kamu bisa mencinta lagi semudah itu

Sedangkan aku di sini selalu menjaga hati

Selamat pergi
    

Diposkan pada cinta, kehidupan, mantan, masa lalu, move on, puisi, rindu, Uncategorized

Masih Kamu

Sumber gambar : https://pixabay.com/id/gadis-sedih-menangis-seni-638061/

Dan rinduku terus menggerutu kepada siapa ia harus tertuju

Dan peluhku ikut mengeluh mengapa hati tak kunjung luluh

Dan aku yang selalu meragu

Pada mereka yang coba menuju hatiku yang tak mudah rubuh

Ku coba terus mengayuh sendiri sampai jauh

Entah apa.. 

Mungkinkah kamu masih di sini

Di hati..

Menutup segala arah

Semua penjuru

Ya! Kamu

Sang pencipta segala risau

Dan aku ..

Menikmati itu

Diposkan pada generasi 90an, kehidupan, keluarga, masa kecil, masa lalu, Uncategorized, waktu

Masa Lalu (1)

Mari berbagi tentang masa lalu. Aku adalah orang yang sering banget kepikiran tentang hal-hal di masa lalu. Tentang moment yang pernah terjadi, orang-orang yang silih berganti dan banyak hal lainnya. Disini aku pengen tulis beberapa hal dari masa lalu yang muncul di pikiran aku ketika aku nulis postingan ini. Dan pastinya urutan perisitiwa nya ga akan beraturan karena memang nulis yang tiba-tiba muncul saja di pikiran. Aku pikir kalau aku bikin tulisan disini suatu hari nanti di masa depan ketika aku rindu masa lalu aku bisa buka postingan ini dan flashback lagi ke beberapa tahun yang lalu. Dimulai dari mana ya… Dari masa SD dulu aja kali yaa. Jadi aku SD di SDN 005 balikpapan selatan. Dan aku jadi murid paling kecil dan paling muda waktu itu. Kata mama aku masuk SD umur 5 tahun 3 bulan. Bahkan aku suka ga percaya masa sih aku kelas satu SD sekecil itu. Aku masuk kelas satu A. Oh iya dulu SD aku itu ada dua gedung dalam satu lingkungan sekolah. Dan terbagi menjadi dua sekolah, yaitu SD 006 dan 007. Dan aku jadi murid SD 006. Nah kemudian dua sekolah itu jadi satu ketika aku duduk di bangku kelas 3 SD. Dan namanya berubah jadi SDN 005. Aku masuk kelas satu A dan wali kelas ku dulu namanya bu Emi. Orang nya baikkkk banget, ah! Aku cinta. Kepala sekolahnya kalau tidak salah namanya ibu Kemilah. Sebagai murid paling kecil dan paling muda aku berhasil dapat peringkat 2 di semester pertama dan kedua. Waktu itu aku deket sama 3 orang anak cowok, namanya aku kasih inisial aja yaa Ak, Ov, dan El. Hari-hari ku setiap istirahat selalu main bareng mereka. Kejar-kejaran sih yang aku ingat. Dan kadang main bareng temen-temen cewek juga. Kelas satu SD mama selalu nungguin aku di sekolah. Terus kalau pulang sekolah sering minta di beliin mainan baju-bajuan di abang-abang penjual mainan di depan sekolah. Pada tau ga sih mainan baju-bajuan? Padahal mainan nya cuman berupa kertas gitu. Tapi gatau kenapa pada jaman dulu mainan itu seruuu banget. Dan ga ada bosen-bosen nya beli tiap hari. Terus jajanan SD yang ga perlu di ceritain juga kalian pasti pada tau gimana nikmatnya ya kan hehe. Ini kalau diceritain tentang masa SD aja mungkin bakalan panjang banget ya. Naik kelas 3 peringkat ku mulai menurun. Waktu itu seingat ku penyebab nya karena aku punya ade. Jadi mama sudah mulai jarang mantau aku belajar. Tapi alhamdulillah selalu masuk 5 besar, kecuali pas kelas 6. Kenapa selalu dapat peringkat? Karena dulu selalu ditakutin bakalan dimasukin pesantren kalau ga rengking. Jadilahhh selalu berusaha belajar sebaik mungkin supaya ga masuk pesantren. Oh iya dulu aku punya guru favorit di SD namanya bu Erna. Guru ips yang suka ngasi TTS. Iya teka taki silang. Ibunya krearif banget bikin soal ulangan pake TTS. Dan aku selalu suka nunggu TTS dari dia. Ibu Erna dulu punya anak namanya Ulan. Dan deket sama aku. Sampai duduk di bangku ku setiap mamanya ngajar di kelas ku. Dan sampai sering banget nelpon aku loh si ulan itu. Ulan aku kangen pasti sekarang kamu sudah besar ya. Oiya ngomongin telpon dulu masih jaman-jaman nya telpon rumah. Aku sering banget nelpon si pocil ( kalo ga salah sih namanya pocil ya) buat dengerin cerita anak, belajar bahasa inggris, dengerin lagu anak, dll. Sekarang si pocil gimana ya kabarnya? Jaman-jaman telpon rumah itu selalu deg-degkan rasanya setiap nelpon ke rumah temen. Soalnya yang angkat sering orang tua nya gitukan hehe. Dan dulu jaman lagi rame-ramenya wartel. Di rumah ku dulu ada wartel punya almarhum kakek aku. Wartel Cahaya Pitumpanua namanya. Itu juga merupakan salah satu kenangan yang ga akan pernah bisa aku lupakan dalam hidup. Jadi mba-mba yang jaga wartel itu udah jadi kayak temen masa kecil aku. Yang hampir setiap hari ketemu dan ngobrol bareng mereka. Fyi dulu aku jarang banget di bolehin main bareng temen-temen satu kampung, makanya lebih sering ngobrol dan nongkrong di wartel cahaya bareng mba-mba yang jaga. Tapi sudah lama banget wartel itu tutup. Dan sudah lost contact sama mba-mba itu. Duh jadi rindu. Mba tri mba fitri dan mba-mba lain nya. 

Ini aku gatau sih bakalan ada yang baca postingan ini apa engga. Yang jelas seperti yang aku bilang di awal. Postingan ini aku buat untuk jadi obat penawar rindu. Dan agar aku tetap bisa ingat bagian-bagian kecil dan bahkan sepele dari masa laluku. Sudah dulu yaa masa lalu. Hari ini aku tulis sampai sini dulu. Besok aku sambung lagi, kalau ada waktu. Dan buat kalian yang suda mau baca, terimakasih yaa 🙂