Diposkan pada cinta, galau, kangen, kehidupan, mantan, masa lalu, move on, perasaan, puisi, puisi cinta, rindu

Tahu Diri

Debar ini masih sama

Degup ini masih amat sangat ku hapal ritmenya

Semua tidak berubah

Setelah bertahun – tahun kepergian mu bersama yang baru

Kemudian semesta seperti selalu menghadir kan mu lagi dan lagi dalam hidupku

Entahlah, atau memang kamu gemar bercanda dengan hatiku?

Terkadang kamu datang di tengah – tengah hubungan mu bersama seseorang

Kau bawa lagi perhatian itu

Kau bawa lagi sikap manis mu

Kau bawa lagi dirimu yang membuat ku bahagia

Kamu menciptakan berjuta tanya dalam kepalaku

Apakah memang ada yang belum selesai antara kamu dan aku?

Ataukah aku hanya sebuah tempat sampah mu? Tempat kamu membuang segala bosan dan sepi mu

Tapi untung nya hati ku kuat

Tidak pernah sekalipun terlintas di otak ku untuk masuk ke dalam hubungan mu dengan dia. Tidak pernah

Aku masih sama seperti dulu, membalas perlakuan mu dengan dingin. Walaupun… Ya aku hanya berpura – pura

Karena aku tau, adalah sebuah kehinaan jika aku menjadi orang ketiga

Masa galau ku sudah jauh berlalu

Sudah lama aku bisa melepasmu

Hatiku sudah biasa saja jika melihatmu bersama dengan pujaan hatimu

Dulu aku pernah bilang, jika kau ingin kembali aku sudah tidak perduli

Aku yakin rasa yang kurasakan saat ini hanyalah sebuah kerinduan yang pada akhirnya sampai pada tujuan

Tidak lebih dari itu~~

Sumber gambar: Google

Iklan
Diposkan pada cinta, galau, kangen, kehidupan, mantan, move on, perasaan, perpisahan, puisi, rindu, Uncategorized, waktu

Aku Hanya Rindu

Aku hanya rindu
Apa kau paham?
Bagaimana rasanya ditinggalkan
Di tempat di mana setiap sudut nya adalah kamu
Bersama kenangan
Bersama kesendirian
Aku disini berjuang
Tak ada siapapun
Hanya aku
Bersama memori tentang kita yang terputar selalu
Ternyata membiasakan diri itu tidak mudah
Membiasakan diri seolah – olah di sini kita tidak pernah berbagi tawa
Membiasakan diri bungkam atas segala cerita yang biasa aku curahkan kepadamu
Segala kesal, sedih, penat yang dulu bisa aku hapus saat bersama mu
Hidupku memang masih terus berjalan
Berjalan dengan rasa kehilangan
Berjalan dengan hati yang berat
Berjalan dengan pertanyaan kenapa perpisahan harus ada
Mungkin aku hanya belum terbiasa, semoga.
Tapi waktu sudah berlalu, dan sedih ini masih saja terus mengganggu

Balikpapan, 9 Nov 2018

Diposkan pada kehidupan, perasaan, perpisahan, persaudaraan, rindu, Uncategorized

Tentang Perpisahan Dan Kehilangan

Perpisahan adalah salah satu hal yang paling aku benci dalam hidup ini. Kadang aku bertanya – tanya apalah arti sebuah pertemuan jika pada akhirnya akan ada perpisahan? Apakah hanya untuk dikenang di masa yang akan datang? Sebuah pertemuan yang berawal tanpa kita duga. Mulai beradaptasi dan mengenal satu sama lain. Dan pada akhirnya menemukan titik dimana saling merasa ada kecocokan. Hingga makin lama makin dekat. Merasa saling membutuhkan. Dan tidak segan membantu satu sama lain. Menemukan seseorang yang benar – benar bisa nerima kita apa adanya itu susah. Jadi ketika dapat teman yang sudah klop banget rasanya ga pengen pisah. Tapi perjalanan hidup seringkali tidak bisa kita duga. Takdir seringkali tidak sejalan dengan keinginan kita. Perpisahan ini, bukanlah yang pertama kalinya dalam hidupku. Tetapi cita rasa nya tetap sama. Ada rasa sesak yang memberontak. Ada haru. Ada rindu yang datang lebih dulu, bahkan ketika perpisahan itu sendiri belum benar- benar terjadi. Pikiran ini mulai melangkah kembali ke belakang. Saat pertama kali kita bertemu. Tentang hari – hari yang telah kita lewati. Dengan canda, tawa dan terkadang air mata. Kita ada untuk saling melengkapi. Untuk saling menguatkan. Untuk saling menghibur. Hingga akhirnya menemukan arti dari kebersamaan.

Kalau ga ditulis sepertinya sesak ini tidak akan memberi jeda agar aku bisa merasa lega. Lagi,, untuk kesekian kali kehidupan menciptakan sebuah kesedihan. Tentang pertemanan yang tercipta, kemudian dirampas oleh realita. Mungkin pertemanan ini memang masih ada. Tapi siapa yang tau nanti? Ketika jarak dan waktu memulai peran antagonisnya. Perlahan kita akan punya kesibukan yang berbeda. Komunikasi semakin hari semakin berkurang. Dan mungkin kita akan kehabisan bahan obrolan pada akhirnya. Entahlah, syukur – syukur kalau masih bisa nyambung satu sama lain. Sedih itu ketika komunikasi sudah tidak sesering sekarang. Karena di tempat baru nanti kamu akan memulai kehidupan barumu, tanpa aku lagi. Bersama teman – teman mu, orang – orang baru yang akan mengisi hari – hari mu dan berbagi kisah denganmu. Ini bukan pertama kalinya aku harus berpisah dengan teman dekatku. Memang awalnya hubungan kita masih sama. Tapi ketika waktu semakin berlalu, kita tidak akan sedekat dulu. Karena… Ya memang masanya sudah habis. Sudah tidak bisa dipaksa juga. Mungkin sekedar menanyakan apa kabar saja akan canggung rasanya. Tentang kita mungkin hanya bisa dikenang di masa yang akan datang.

Tulisan ini aku dedikasikan untuk dua sahabat seperjuangan ku yang Resign lebih dulu di kantor tempat aku kerja. Meninggalkan ku berjuang sendirian di sini, bersama kenangan tentang kita di setiap sudut nya.

*Siti Azizatur rohmah ( resign 28 agustus 2018 )

*Rudi kurniawan ( resign 15 okt 2018 )

Sampai jumpa lagi kawan, seumur hidupku aku ga akan pernah ngelupain kalian, ngelupain banyak hal yang pernah kita lewatin sama – sama. Terimakasih sudah pernah hadir dan menjadi bagian hidupku.

Balikpapan, 25 sept 2018

Diposkan pada cinta, move on, perasaan, puisi, puisi cinta, Uncategorized

Aku Pikir Aku

Aku pikir kamu beda

Aku pikir aku lah satu – satunya

Aku pikir akulah yang teristimewa

Seperti aku yang selalu mengistimewakanmu

Memberimu begitu banyak perhatian

Yang ingin selalu menjadi orang pertama yang menghiburmu dikala perasaan hatimu sedang gundah

Yang selalu ceria melempar senyum dan sapa untuk mengindahkan harimu

Ku kira hanya denganku kamu bisa tertawa lepas

Ku kira hanya bersama ku kamu bisa menceritakan keluh kesah hidupmu

Aku kira hanya aku yang dapat menghapus penatmu

Aku kira hanya bersamaku kamu bisa membunuh rasa bosan

Dan ternyata

Aku salah

Aku yang terlalu percaya diri

Perlahan aku mundur

Perlahan aku relakan hatiku ditikam rasa cemburu

Tak apa

Aku menikmati itu

Aku ingin tau adakah rasa kehilangan ketika aku perlahan pergi?

Adakah hari mu merasa kesepian?

Tanpa aku bisakah kamu melepas semua amarah dan lelah?

Nyatanya

Semua pertanyaan ku terjawab sudah

Diposkan pada cinta, kehidupan, mantan, move on, perasaan, puisi, puisi cinta, rindu

Rindu Dini Hari

Tentang rindu tanpa temu

Dan berujung pada jagad khayalku

Adakah salah di masa lalu?

Tentang cerita kita yang telah berlalu

Pada resah yang menghampiri malamku,

membuatku terjaga hingga larut

Bersama suara-suara dalam pikiranku

yang membuatku muak dan ingin berteriak

Adakah mereka menghampiri dini harimu?

Atau mereka betah bersamaku hingga subuh?

Kau tau? Mataku berat, ingin tidur

Tapi tak bisa

Suara – suara dan keresahan itu memenuhi kamarku

Juga pikiranku

Terlebih hatiku

Diposkan pada cinta, perasaan, puisi, Uncategorized

Cinta Datang Terlambat

Sumber gambar : google

Ada hati yang sepi

Ketika kau tak lagi berlari menghampiri

Kau yang dulu selalu penuh energi

Menyampaikan bait-bait isi hati

Walau aku tidak pernah sekalipun perduli

Kini aku sadar

Arti dari sebuah kata terlambat

Disaat aku mulai mencari-cari

Di mana kamu wahai sang peramai hari

Di mana kamu wahai sang pengucap selamat pagi

Aku sadar kamu sudah berbalik arah

Sudah tak punya niat untuk terus mengarah ke hati yang selalu membuatmu lelah

Kau melangkah pergi

Dan kemudian wajahmu berseri-seri

Akhirnya kau temukan seseorang yang selalu menghargai

Dan aku…

Bersama perasaan patah hati

Menyalahkan mu

Padahal nyatanya semua ini salahku

Salahku yang selalu mengabaikan mu

Cinta datang terlambat

Dan hatiku terluka hebat

Diposkan pada cinta, perasaan, puisi, puisi cinta, Uncategorized

Tentang Cemburu

Ada hari di mana mentari tidak menampakan diri seutuhnya
Dia ada
Tapi sinarnya tak sehangat biasanya
Tertutup
Mendung
Kata orang hujan akan turun
Meraung
Apakah sang mentari sedang merasa perih?
Lantas menumpahkan tetesan air ke bumi
Hari ini matahari membeku dingin
Ternyata ia sedang cemburu
Pada bulan yang selalu memberi sapa
Saat pergantian pagi dan malam
Hari ini sapa itu terbagi
Dan mentari mulai iri

Diposkan pada cinta, mantan, move on, puisi, rindu, Uncategorized

Tentang Hati

Aku masih terjebak dengan rasa ini

Rasa yang semakin menjadi di kala sepi

Beserta rindu yang menumpuk tak mau pergi

Aku masih

Masih hingga hari ini

Cari tau kabar mu dengan hati-hati

Kau tak tau kan?

Dengan luka yang ku nikmati sendiri

Bersama penyesalan yang selalu menghantui

Pikiranku selalu pergi kesana lagi

Hari di mana kita memilih hidup sendiri-sendiri

Aku memburumu dengan seribu keraguan

Dengan segala kekhawatiran yang aku ciptakan karena takut kamu hilang

Aku membohongi hati

Aku bilang kita tak lagi serasi

Aku bilang cukup sampai di sini

Aku salah

Nyatanya aku masih ingin lagi

Diposkan pada cinta, puisi, rindu, Uncategorized

Hilang

“Jangan pernah bilang ke aku ada yang menyakitimu, nanti besoknya orang itu akan hilang”

-Dilan 1990

Sumber gambar: http://images1.fanpop.com/images/image_uploads/Sunset33-sunsets-and-sunrises-916689_1024_768.jpg

Nyatanya kamu yang hilang

Bagai angin meniup ilalang

Sesaat melesat

Pikirku tersesat

Menahan rindu yang berat

Ada yang menyakitiku!

Kamu pelakunya, pantas kamu hilang

Atau memang senang tak pulang

Biarlah sedih ini berdendang

Temani aku hingga petang